![]() | |
|
1. Mandi “Balimau” di Padang, Sumatera Barat
Mandi “Balimau” merupakan tradisi masyarakat Minang yang dilaksanakan
dalam rangka menyambut bulan Ramadan. Tradisi yang bertujuan untuk
menyucikan diri ini dilakukan dengan cara mandi menggunakan jeruk nipis
secara bersama-sama di pemandian umum atau sungai. Tempat yang cukup
sering digunakan untuk melaksanakan tradisi ini adalah di Pemandian
Lubuk Minturun di Kecamatan Koto Tangah dan Sungai Lubuak Paraku di
Kecamatan Lubuak Kilangan. Anda bisa melihat ratusan warga melakukan
tradisi ini sehari sebelum puasa mulai mulai pukul 16.00 WIB.
2. Tradisi “Dugderan” di Semarang, Jawa Tengah
"Dugderan" merupakan festival untuk menyambut bulan Ramadan yang
terdapat di Kota Semarang dan dibuka oleh Walikota Semarang. Tradisi
ini telah ada sejak masa kolonial dan berpusat di daerah Simpang Lima.
Perayaan ini berupa pawai dari seluruh kalangan dan komunitas
masyarakat yang digelar 1-2 minggu sebelum memasuki bulan Ramadan.
Perayaan menjadi semakin meriah dengan kehadiran petasan dan kembang
api. Nama "dugderan" sendiri merupakan onomatope dari suara letusan
petasan dan kembang api itu. Selain pawai, Anda juga bisa mengujungi
pasar malamnya.
3. Tradisi “Megibung” di Denpasar, Bali
Mayoritas penduduk Bali memang beragama Hindu Bali, namun tak berarti
tidak ada tradisi khusus saat bulan Ramadan di pulau ini. Warga Kampung
Islam Kepaon, Denpasar, masih menjalankan tradisi “Megibung”, yakni
berbuka puasa bersama di masjid setiap memasuki hari ke-10 bulan
Ramadan. Dalam bahasa Bali, “megibung” berarti makan bersama atau makan
dalam satu wadah yang beralaskan daun pisang. Satu wadah dapat
dinikmati oleh 4-6 orang.
4. “Lebaran Topat” di Lombok, NTB
Selain menjalankan puasa Ramadan dan bersilaturahmi ke sanak saudara
saat Idul Fitri, 7 hari setelahnya masyarakat Lombok merayakan “Lebaran
Topat” yang dimeriahkan dengan tradisi “Nyangkar”. Tradisi Nyangkar
berupa arak-arakan “cidomo” (semacam delman atau dokar di Pulau Jawa)
hias yang mengangkut dulang berisi ketupat menuju pusat perayaan di
makam Loang Baloq. Sementara “Lebaran Topat” sendiri berlokasi di
pantai-pantai yang ada di sekitar Mataram dan Senggigi.
5. Tradisi “Bagarakan” di Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Banjarbaru merupakan sebuah kota di dekat Banjarmasin di mana Bandara
Syamsudin Noor Banjarmasin berada. Di kota ini terdapat tradisi
“Bagarakan” yang merupakan salah satu bagian dalam menyambut “malam
salikuran”, yaitu malam kedua puluh satu bulan Ramadan. Kata
“bagarakan” sendiri berarti “berkarnaval” atau “pawai”. Dalam karnaval
ada dua kegiatan yang paling menonjol, yakni tradisi bagarakan tanglong (karnaval lampion) berukuran besar dan bagarakan sahur (membangunkan warga untuk sahur) yang berlokasi di Lapangan Murdjani.
Sumber : skyscanner.co.id

